TRANSISI MENUJU “NEW NORMAL”, TITIK PENYEKATAN DAN CHECK POINT DI SELURUH RUAS TOL HUTAMA KARYA RESMI DITIADAKAN

JAKARTA – Sehubungan dengan berakhirnya aturan larangan mudik berdasarkan kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441H pada Minggu (7/6) kemarin, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) selaku salah satu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di Indonesia, resmi mencabut titik check point dan penyekatan di beberapa ruas tol yang dikelolanya.

Kebijakan ini diambil oleh perusahaan sejalan dengan arahan pemerintah dalam memasuki masa transisi menuju era normal baru alias kegiatan masyarakat produktif dan aman dari Covid-19. Meski penyekatan dan titik check point ditiadakan, Hutama Karya tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku dengan ketat. Protokol kesehatan yang diterapkan dengan ketat oleh Hutama Karya diantaranya adalah dengan mewajibkan petugas tol menggunakan sarung tangan, masker, dan face shield saat sedang bertugas, melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin di setiap gerbang tol, selalu menerapkan untuk menjaga jarak dan masih menghentikan sementara fasilitas top-up tunai demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Executive Vice President Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol (OPJT) Hutama Karya, J. Aries Dewantoro mengatakan beberapa titik penyekatan yang dicabut diantaranya terletak di ruas tol Palembang – Indralaya (Palindra), Bakauheni – Terbanggi Besar (Bakter), dan Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Terpeka) untuk di Sumatra, sedangkan untuk titik checkpoint yang resmi ditiadakan terletak di ruas tol Jakarta Outer Ring Road Seksi S (JORR-S), menyusul diberlakukannya PSBB transisi di Provinsi DKI Jakarta.

“Seperti diketahui, bertahap sejak bulan April lalu, kami telah membangun titik penyekatan dan check point di ruas-ruas tol yang kami kelola, dimana kendaraan yang hendak melewati jalan tol akan diperiksa secara ketat dari mulai kelengkapan dokumen, suhu, jumlah penumpang, hingga apakah menunggunakan masker atau tidak, jika tidak mematuhi aturan yang ditetapkan, kendaraan tersebut tidak kami perbolehkan melintas dan diputarbalikkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Aries juga menyampaikan bahwa selama hampir dua bulan lebih dilakukan penyekatan dan check point, Hutama Karya mencatat sebanyak 634 kendaraan yang tidak sesuai aturan dan diputar balikkan. “Namun per Minggu, 7 Juni kemarin, seluruh penyekatan dan check point resmi kami cabut sehingga seluruh ruas tol yang kami kelola, baik di JTTS maupun di tol JORR-S dan Akses Tanjung Priok (ATP) dapat dilewati oleh kendaraan tanpa terkecuali. Meski begitu, walau sudah tidak ada penyekatan bagi kendaraan yang akan melintas di ruas tol yang kami kelola, bagi yang ingin mengunjungi Rest Area tetap akan diperiksa suhu badannya sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku,” pungkasnya.

Sejak berakhirnya aturan larangan mudik Idul Fitri 1441H dan dalam masa transisi menuju normal baru, Hutama Karya kembali mencatat kenaikan signifikan volume kendaraan di ruas tol yang dikeloanya setelah trafik kendaraan sempat turun selama masa pengendalian transportasi di bulan April hingga Juni. “Di bulan Juni ini, setelah adanya pelonggaran pembatasan, kami mencatat LHR kendaraan di ruas tol kami baik di JTTS maupun JORR-S dan ATP adalah sebesar 156.175 kendaraan, meningkat 33% dibanding LHR saat terjadi pembatasan di bulan Mei yaitu sebesar 117.771 kendaraan per hari,” terang Aries.

Peningkatan LHR ini hampir menyentuh angka LHR normal di jalan tol yang dikelola oleh Hutama Karya dimana dalam kondisi normal pada bulan Mei di tahun 2019 lalu LHR-nya adalah sebesar 229.680 kendaraan per hari. “Pelonggaran PSBB tentu menjadi salah satu faktor meningkatnya trafik kendaraan di JORR-S ini,” tutup Aries.

Hutama Karya menghimbau kepada seluruh pengendara untuk tetap mematuhi peraturan yang berlaku dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik, rajin mencuci tangan, menggunakan masker saat berpergian, dan memastikan untuk selalu menjaga kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Untuk perihal lain di luar pers dan media silahkan menghubungi email di corcomm@hutamakarya.com