Ruas Tol Medan – Binjai (Seksi 2 dan 3)

Ruas Tol Medan – Binjai (Mebi) Seksi 2 (Helvetia – Sesi Semayang) dan Seksi 3 (Sei Semayang - Binjai) menjadi tol pertama yang hadir di tanah Sumatra. Terbentang sepanjang 17 Km, tol yang dikelola oleh PT Hutama Karya (Persero) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) mulai beroperasi sejak Oktober 2017 dan memiliki nilai investasi sebesar Rp. 2,5 Triliun. Hadirnya Tol Medan – Binjai ini akan menjadi pendukung konektivitas roda perekonomian lalu lintas kendaraan umum maupun logistik masyarakat sekitar Sumatra Utara. Untuk tarif tolnya sendiri di bandrol dengan harga Rp. 2500,- untuk Golongan 1, Rp. 4000,- untuk Golongan 2&3 dan Rp,- 5,500 untuk Golongan 3&4 di Seksi 2 dan sementara di Seksi 3 yaitu Rp. 9000,- untuk Golongan 1, Rp.13.000,- untuk Golongan 2, dan Rp.17.500,- untuk Golongan 3&4.

Ruas Tol Palembang – Indralaya

Ruas Tol Palembang – Indralaya (Palindra) merupakan tol pertama yang hadir di Provinsi Sumatra Selatan. Ruas tol ini terbagi menjadi tiga seksi yakni Seksi 1 KTM Rambutan – Indralaya (10 Km), dengan tariff tol Rp. 8.500,- untuk Golongan 1, Rp. 12.500,- untuk Golongan 2 dan 3, dan Rp. 17.000,- untuk Golongan 3&4. Sementara di Seksi 2 Pemulutan – KTM Rambutan (5 Km) tariffnya yaitu Rp.4500,- untuk Golongan 1, Rp.6500,- untuk Golongan 2&3, dan Rp.9000,- untuk Golongan 3&4 dan untuk Seksi 3 Palembang – Pemulutan (7 Km) memiliki tariff tol sebesar Rp. 7000,- untuk Golongan 1, Rp. 10.500,- untuk Golongan 2, dan Rp.14.000,- untuk Golongan 3&4. Ruas Tol Palembang – Indralaya ini dibangun dan dikelola oleh PT Hutama Karya (Persero), Tol Palindra memiliki nilai investasi sebesar Rp. 3,6 Triliun dan diresmikan pada Oktober 2017. Menjadi salah satu bagian dari megaproyek Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), Tol Palindra menghubungkan ujung utara (Palembang) dan ujung selatan (Indralaya).

Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar

Ruas Tol Bakauheni – Terbanggi Besar (Bakter) merupakan jalan tol terpanjang kedua di Indonesia yang dimulai dari Pelabuhan Bakauheni (Kabupaten Lampung Selatan) hingga Terbanggi Besar (Kabupaten Lampung Tengah) dengan panjang 140 Km. Tol Bakter terbagi menjadi empat seksi yakni Seksi 1 (Bakauheni – Sidomulyo), Seksi 2 (Sidomulyo – Kotabaru), Seksi 3 (Kotabaru – Metro) dan Seksi 4 (Metro – Terbanggi Besar). Tol yang memiliki nilai investasi sebesar Rp. 16,7 Triliun ini telah resmi dioperasikan pada Maret 2019. Untuk tariff tol Bakter sendiri yaitu Rp. 27.000,- untuk Golongan 1, Rp. 41.500,- untuk Golongan 2&3, dan Rp. 55.000,- untuk Golongan 3&4 di Seksi 1 (Bakeheuni – Sidomulyo), setelah itu untuk Seksi 2 (Sidomulyo – Kotabaru) tariffnya yaitu Rp. 32.000,- untuk Golongan 1, Rp. 47.500,- untuk Golongan 2&3, dan Rp. 63.500,- untuk Golongan 3&4, sementara untuk di Seksi 3 Bakter ada Kotabaru – Metro yang meimiliki tariff tol seharga Rp. 14.500,- untuk Golongan 1, Rp. 21.500,- untuk Golongan 2&3, dan Rp. 28.500,- untuk Golongan 3&4 dan untuk yang terakhir di Seksi 4 (Metro – Terbanggi Besar), tarifnya adalah Rp. 35.000,- untuk Golongan 1, Rp. 52.500,- untuk Golongan 2&3, dan Rp. 70.500,- untuk Golongan 3&4.

Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung

Ruas Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Terpeka) merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia dengan total panjang 189 Km. Pembangunannya yang hanya dilakukan dalam kurun waktu 2 tahun 3 bulan, menjadikan Tol Terpeka sebagai tol terpanjang dengan durasi pembangunan tercepat di Indonesia. Tol yang terletak di Provinsi Lampung dan Sumatra Selatan ini merupakan kelanjutan dari Jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar. Dikelola oleh PT Hutama Karya (Persero), Tol Terpeka terbagi ke dalam tiga seksi yakni Seksi 1 (Terbanggi Besar – Menggala) dengan tarif-nya seharga Rp.39.000,- untuk Golongan 1, Rp. 58.500,- untuk Golongan 2&3, Rp. 78.000,- untuk Golongan 3&4. Sementara itu di Seksi 2 yaitu Menggala – Sp. Pematang dengan tarif Rp.50.500,- untuk Golongan 1, Rp.75.500,- untuk Golongan 2&3, dan Rp.100.500,- untuk Golongan 3&4 dan untuk Seksi 3 (Sp. Pematang – Kayu Agung) tarifnya yaitu Rp. 81.000,- untuk Golongan 1, Rp.122.000 untuk Golongan 2&3 dan untuk Golongan 3&4 yaitu Rp. 162.500,-. Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Terpeka) yang memiliki nilai investasi sebesar Rp. 21,9 Triliun ini resmi beroperasi pada November 2019.

Ruas Akses Tanjung Priuk

Ruas Tol Akses Tanjung Priuk (ATP) merupakan tol yang menyediakan akses langsung ke Pelabuhan Tanjung Priuk ataupun dari Pelabuhan Tanjung Priuk dengan total panjang 11,4 km. Jalan tol ATP merupakan bagian dari Jalan Tol Lingkar Luar (JORR) dan tersambung dengan Jalan Tol Dalam Kota yakni di Seksi North South (NS) yang menghubungkan lalu lintas dari JORR ke Cawang, Pluit, serta langsung ke pelabuhan. Pembangunan dari jalan tol ini memakan waktu 7 tahun dengan total investasi Rp. 4,5 triliun yang diresmikan pada tanggal 15 April 2017. Tarif dari Jalan Tol Akses Tanjung Priuk sendiri adalah Rp.15.000,- untuk Golongan 1, Rp. 22.500,- untuk Golongan 2&3, dan Rp. 30.000,- untuk Golongan 3&4.

Jalan Tol Lingkar Luar Seksi S (JORRS)

Ruas Jalan Tol Lingkar Luar Seksi S(JORRS) merupakan salah satu bagian dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang terdapat di Seksi S, JORR adalah Jalan Tol pertama yang di bangun dan jalan tol ini melingkari bagian luar jakarta. Ruas JORR Seksi S sendiri dimulai dari Pondok Pinang – TMII (Jalan tol TB Simatupang) dengan panjang 12,90 km yang mulai beroperasi pada tanggal 4 September 2020. Tarif dari JORR Seksi S ini sama dengan Akses tanjung Priuk (ATP) yaitu Rp.15.000,- untuk Golongan 1, Rp. 22.500,- untuk Golongan 2&3, dan Rp. 30.000,- untuk Golongan 3&4.

Portofolio Bisnis

Share