LIBURAN NATAL, JALAN TOL TRANS SUMATERA TELAH DILALUI LEBIH DARI 475 RIBU KENDARAAN

  • Hutama Karya berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan operasional jalan tol
  • Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menjadi gerbang ke dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera menjadi salah satu akses utama arus mudik Nataru tahun ini
  • Informasi terbaru dari ruas Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Terpeka) akan resmi berbayar pada awal tahun 2020 mendatang

JAKARTA– PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan operasional jalan tol. Selama arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru), manajemen Hutama Karya telah melakukan beberapa aktivitas khusus. Mulai dari apel siaga, kunjungan lapangan Direktur Utama yang dibarengi inspeksi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Menteri Perhubungan, sosialisasi Selamat Sampai Tujuan (SETUJU), sampai peluncuran aplikasi HK Toll Apps.  Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menjadi gerbang ke dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera menjadi salah satu akses utama arus mudik Nataru tahun ini.

Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar yang menjadi gerbang pembuka JTTS mencatatkan kenaikan volume kendaraan yang cukup tinggi. Pada hari-hari normal, arus kendaraan yang masuk dari arah Bakauheni ke Terbanggi Besar rata-rata sebesar 5.000 kendaraan perhari, sampai tanggal 24 Desember kemarin, tercatat arus masuk harian sebanyak 9.568 kendaraan. Secara akumulatif, kendaraan yang masuk ruas Bakauheni – Terbanggi Besar sejak musim mudik Nataru tanggal 20 Desember lalu tercatat mencapai angka 46.424 kendaraaan. Arus sebaliknya, untuk periode yang sama kendaraan yang keluar dari Sumatera dan menuju Jawa secara akumulatif tercatat sebesar 38.669 kendaraan.

Peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan terjadi di Gerbang Tol (GT) Kayu Agung. Arus normal dari dan menuju Kayu Agung biasanya diakses oleh 1.295 kendaraan, namun dalam periode liburan dan arus mudik Nataru ini, kendaraan yang masuk dan keluar dari GT Kayu Agung bisa mencapai lebih dari 11.000 setiap harinya.

“Kalau diperhatikan tren arus kendaraan, puncak arus mudik sepertinya merata di tanggal 22 Desember lalu hampir di semua ruas. Peningkatan volume kendaraan ini masih dapat kami tangani dengan baik, belum ada laporan penumpukan kendaraan yang masif. Kami selalu sedia memberikan pelayanan optimal, seluruh petugas dan patroli selalu piket 24 jam sehari untuk membantu para pengendara,” ucap J. Aries Dewantoro, Executive Vice President Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya. 

Secara total, sampai H-1 atau tanggal 24 Desember kemarin, total kendaraan masuk dan keluar JTTS yang telah beroperasi dan fungsional tercatat menyentuh angka 475.493 kendaraan. Angka ini merupakan akumulasi arus kendaraan masuk dan keluar JTTS di ruas tol Bakauheni – Terbanggi Besar, Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung, Palembang – Indralaya, Medan – Binjai, dan Pekanbaru – Dumai. Arus kendaraan tercatat melalui Gerbang Tol (GT) Bakauheni, GT Kayu Agung, GT Palembang, GT Indralaya, GT Pekanbaru, GT Binjai, dan GT Helvetia.

“Sekitar lebih dari 475 ribuan kendaraan telah kami layani sampai H-1 Natal kemarin. Untuk kendaraan masuk, jumlahnya mencapai 238.280 kendaraan masuk. Selain ruas-ruas tol yang sudah beroperasi, tahun ini kita juga melakukan uji coba publik untuk ruas Pekanbaru – Dumai seksi I sepanjang 9.5 KM”, tambah Aries.

 

TARIF TOL TERPEKA SUDAH DITETAPKAN, PENGENDARA MASIH DAPAT MELINTASI SECARA GRATIS SAMPAI AWAL TAHUN 2020


Informasi terbaru dari ruas Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Terpeka) akan resmi berbayar pada awal tahun 2020 mendatang. Sesuai dengan Keputusan Meteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 1194/KPTS/2019 Tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Pada Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung tertanggal 20 Desember 2019. Pengendara diharapkan untuk mematuhi peraturan ini yang berlaku di sepanjang ruas Tol Terpeka sepanjang 189 KM. 
Adapun besaran tarif Tol Terpeka dapat diihat pada gambar berikut ini:

 

Dengan akan diberlakukannya penetapan tarif tol ini, para pengendara dan pengguna jalan tol diharapkan dapat mempersiapkan diri sebelum memasuki ruas tol Terpeka. “Untuk memaksimalkan pelayanan dan mematuhi peraturan yang berlaku, kami harap para pengguna memastikan saldo uang elektronik yang cukup sebelum memasuki jalan tol guna memperlancar arus kendaraan”, saran Bintang Perbowo, Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) di sela-sela kampanye SETUJU, Selasa (24/12) kemarin. 
Namun dalam rangka menghadapi musim arus mudik Nataru 2020, manajemen Hutama Karya masih merasa perlu untuk meneruskan masa sosialisasi pemberlakuan tarif yang telah ditetapkan. “Surat Keputusan tarif tol sudah terbit per 20 Desember 2019 kemarin. Setelah 7 (tujuh) hari kita sudah bisa memberlakukannya. Walau demikian, dalam rangka masa sosialisasi dan melihat antusiasme yang tinggi, penerapan tarif sesuai dengan peraturan mungkin akan kami mulai di awal tahun 2020 nanti,” papar Bintang dalam kesempatan yang sama.

Demi memaksimalkan pelayanan, Hutama Karya juga membuka nomor call center pada 0721-5618009 dan WA di 0811 791 0812 untuk Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar. Sementara untuk Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung, para pemudik dapat menghubungi nomor 0813 2900 0020 untuk call center dan Whatsapp. 


Untuk perihal lain di luar pers dan media silahkan menghubungi email di corcomm@hutamakarya.com