KONSISTEN DALAM BINA MITRA, HUTAMA KARYA DORONG UMKM “NAIK KELAS”

JAWA BARAT – Dalam rangka membantu percepatan pertumbuhan perekonomian nasional, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berkomitmen hadir bagi kemajuan bangsa. Tak hanya membangun infrastruktur terbaik di negeri ini, Hutama Karya juga berpartisipasi aktif dalam mewujudkan sinergi antara BUMN dengan Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal ini bertujuan untuk mendorong pelaku ekonomi tingkat kecil dan menengah sehingga memiliki daya saing tinggi di pasar nasional.

Dari berbagai UMKM yang dibina oleh Hutama Karya sebagai mitra, terdapat 2 (dua) UMKM unggulan yang saat ini telah mandiri dan proses pengelolaan UMKM-nya cukup baik. Dua UMKM tersebut adalah Agrobisnis Kacang Edamame di Cisarua, Bandung Barat dan Maradeca Home Industry (Produsen Biji Kopi) di Panyileukan, Bandung – Jawa Barat.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Muhammad Fauzan menyampaikan bahwa komitmen Hutama Karya dalam membangitkan UMKM ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pelaku usaha mikro dan kecil. “Melalui penyaluran program kemitraan, kami terus dorong UMKM lokal dan mitra binaan kami untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menyeimbangkan daya jual usaha tersebut,” ujar Fauzan. 

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Hutama Karya memiliki pedoman bahwa pelaksanaan program kemitraan yang tepat harus sesuai dengan kebutuhan para pemangku kepentingan serta bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hal ini merupakan kunci penting untuk program berkelanjutan bisnis perusahaan di masa depan. “Kami bertekad kuat untuk mewujudkan keseimbangan antara mencari keuntungan (profit) dengan memberikan manfaat bagi masyarakat (people) serta ikut serta melestarikan lingkungan dimanapun Hutama Karya beroperasi (planet),” terang Fauzan.

Agrobisnis Kacang Edamame telah menjadi mitra binaan Hutama Karya sejak tahun 2017 lalu. UMKM ini berlokasi di Desa Padirhalan Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Anto Suprianto Jono, pemilik usaha ini menceritakan bahwa ia mengawali usahanya pada tahun 2012 dimana ia terinspirasi untuk menanam sayuran yang belum ada di sekitaran Lembang yaitu kacang edamame. Awalnya ia merasa ragu dengan usaha ini karena produksi benih edamame masih dianggap tabu oleh masyarakat sehingga ia memutuskan untuk menyewa lahan seluas 2Ha untuk produksi awal dan pengenalan sayuran ini. 
Setelah mendapatkan respon yang cukup positif dari masyarakat, ia kemudian tak lagi  menyewa lahan namun mengimplementasikan sistem plasma dimana petani yang telah mempunyai lahan, ia kasih benih yang selanjutnya jika telah panen akan ia beli kembali. Saat ini hasil panen dari bisnis edamame dengan total 11 pekerja ini telah di supply  ke berbagai daerah di pulau Jawa seperti Bandung, Depok, Cimahi, Tanggerang, hingga Jakarta. 

“Kami ingin berterima kasih kepada Hutama Karya atas pinjaman modal usaha melalui program kemitraannya kepada kami. Dimana hasil penyaluran bantuan modal usaha tersebut telah meningkatkan kapasitas produksi dan omzet kami hingga dua kali lipat. Semoga Hutama Karya dapat terus bersinergi memajukan UMKM di Indonesia,” tutur Anto.

Selain Agrobisnis Edamame, UMKM lainnya yang sukses setelah menjadi mitra binaan Hutama Karya adalah Maradeca Home Industry yang merupakan usaha produksi biji kopi. Industri rumahan yang berlokasi di Kecamatan Panyileukan, Bandung, Jawa Barat ini awalnya mampu memproduksi 70kg biji kopi per bulan. Evrian Kharisma yang merupakan pemilik Toko Kopi Maradeca ini mengatakan mengatakan bahwa Maradeca artinya merdeka yang berasal dari Bahasa Bugis. Pada tahun 2012 – 2016, ia merupakan seorang petani kopi yang menanam dan merawat tanaman kopi sendiri. Kemudian pada tahun 2017, ia masuk ke dunia bisnis dengan menjadi pebisnis ritel biji kopi. Selang dua tahun berlalu, sepak terjang Evri di dunia bisnis ritel, ia memutuskan untuk membuka toko sendiri untuk mendistribusikan produk kopinya. Sehingga, pada tahun 2019 ia berhasil mendirikan toko kopi sendiri dengan produk utamanya adalah kopi bubuk.

Maradeca Home Industry mulai menjadi mitra binaan Hutama Karya pada tahun 2019. Saat itu, Evri mengaku bahwa ia kekurangan modal untuk mengembangkan usahanya. “Sejak bergabung dengan kluster UMKM Binaan Hutama Karya yang ada di Bandung dan menerima modal kerja dari perusahaan, produksi kopi dan jangkauan pasar Maradeca mengalami peningkatan setidaknya 10% per bulan. Dengan begitu, hal ini meningkatkan omzet penjualan dari bisnis kami. Kami sangat berterima kasih kepada Hutama Karya,” ujar Evri. 

Selama 5 tahun terakhir sejak tahun 2015 hingga tahun 2019, Hutama Karya telah menyalurkan puluhan miliar untuk program kemitraan dan membantu lebih dari 1200 UMKM. Selain dua mitra binaan unggulan perusahaan diatas, Hutama Karya juga memiliki mitra binaan lainnya di berbagai sektor industri. Diantaranya Konveksi Unggul Barokah yang memproduksi jaket jeans di Cibiru, Bandung; Leewar Home Industry yang merupakan konveksi celana jeans di Cimahi, Jawa Barat; Marglobal Home Industry yang memproduksi pakaian apparel & screen printing di Arcamanik, Bandung; hingga Sipa Furniture yang memproduksi mebel di Subang, Jawa Barat.

 “Program kemitraan Hutama Karya ini tidak akan berhenti sampai disini. Hutama Karya akan terus menyalurkan modal usaha bagi calon mitra binaan lainnya. Diharapkan dengan adanya dukungan dari BUMN, pijar UMKM di Indonesia tidak akan redup dan tetap berkontribusi dalam perekonomian bangsa terutama dalam masa pandemi ini,” tutup Fauzan, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.

#BUMNBangkitkanUMKM
#HutamaKaryaBangkitkanUMKM
#BUMNUntukIndonesia
#HutamaKaryaUntukIndonesia
#MenghubungkanKebaikanUntukIndonesiaMaju
#InovasiUntukSolusi