HUTAMA KARYA AJAK PEMAIN VOLI ANDALAN SEKOLAH BEROBAT KE JAKARTA

PEKANBARU – Masa depan pemain bola voli berbakat andalan sekolah itu kini terancam pupus, sejak vonis tumor ganas yang dideranya beberapa waktu lalu. Riska Ramadila, siswa kelas 3 SMUN 1 Kampar Kiri di Kampar Kiri, Pekanbaru, berusia 17 tahun itu kini hanya bisa terbaring lemah karena tidak adanya biaya untuk berobat.

Sakit yang di derita oleh Riska bermula dari bengkak kecil yang dialaminya usai jatuh ketika bermain bola voli di sekolah pada Juli tahun 2019 silam. Dengan pertimbangan ekonomi, bengkak kecil akibat jatuh itu kemudian diobati melalui pengobatan tradisional. Namun perkiraan hanya karena bengkak kecil ini salah, karena bengkak pada kaki kanan Riska tersebut semakin besar, hingga menyamai ukuran besar kepala orang dewasa.

WhatsApp Image 2020-02-03 at 13.28.44 (1)

Karena alasan ekonomi dan keterbatasan dana, Riska akhirnya dibawa oleh keluarga ke Puskesmas dengan mengandalkan Kartu Indonesia Sehat BPJS Kesehatan, yang kemudian dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Namun untuk pemulihan yang maksimal, Riska kembali harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta. “Pusing kalau harus ke Jakarta, bolak-balik Kampar Kiri saja kami tidak ada biaya.” ungkap Herianto, ayah kandung Riska.

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) turut peduli dengan merespon cepat apa yang dialami Riska ini. Senior Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan menyampaikan empati Manajemen Hutama Karya atas apa yang dialami oleh Riska. “Manajemen sangat prihatin atas apa yang dialami oleh Riska, masih muda dan punya talenta baik. Kami menawarkan kepada keluarga agar Riska dapat diobati dengan tuntas. Minggu (2/2) pagi kemarin pihak kami sudah bertemu dengan Riska dan keluarga, di rumah paman Riska di Kubang, Kampar. Alhamdulillah tawaran bantuan kami diterima oleh keluarga.” jelas Fauzan.

Tidak menunggu lama, Minggu (2/2) sore, Riska langsung dibawa ke Rumah Sakit Global Awal Bros, Pekanbaru untuk kembali menjalani observasi lebih lanjut sebelum nantinya akan mendapat rujukan ke rumah sakit Jakarta. “Sore langsung dibawa ke rumah sakit sehingga bisa di dapat rujukan tindakan” lanjutnya.

Hutama Karya selaku pengembang Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) saat ini sedang membangun ruas tol Pekanbaru-Dumai sejauh 131km, dan terdiri dari 6 (enam) seksi. Tidak hanya fokus pada pembangunan infrastrukturnya saja, Hutama Karya juga turut hadir memberikan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dengan memberikan manfaat ekonomi dan juga sosial. “Seluruh biaya yang dikeluarkan untuk berobat Riska nantinya akan menggunakan dana CSR Hutama Karya, ini sebagai wujud kami hadir di Pekanbaru dan peduli dengan potensi dan talenta anak muda” terang Fauzan. Lebih lanjut, Hutama Karya akan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait perihal persiapan keberangkatan Riska ke rumah sakit di Jakarta.

Untuk perihal lain di luar pers dan media silahkan menghubungi email di corcomm@hutamakarya.com