TERAPKAN TEKNOLOGI BIM, HUTAMA KARYA KEJAR PENYELESAIAN KONSTRUKSI APARTEMEN ASPENA RESIDENCE

TANGGERANG – Dalam kondisi adaptasi kebiasaan baru (AKB) ditengah pandemic Covid-19, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) memastikan terus melanjutkan pembangunan proyek-proyek yang sedang digarapnya, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di setiap lingkungan proyek. Salah satu proyek gedung yang sedang digarap oleh Hutama Karya saat ini adalah Proyek Pembangunan Apartemen Aspena Residence. Proyek gedung yang berlokasi di Jl. Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Kebon Besar, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang, Provinsi Banten ini merupakan salah satu proyek apartemen milik PT Taspen Properti Indonesia yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan oleh Hutama Karya selaku kontraktornya.

Executive Vice President Divisi Gedung Hutama Karya, Purnomo menyatakan bahwa hingga saat ini proyek Apartemen Aspena Residence masih berjalan sesuai dengan target dan rencana penyelesaian yang telah ditetapkan dengan terus menerapkan protokol yang ketat. “Protokol kesehatan yang kami terapkan di lingkungan proyek Aspena Residence seperti pengaturan jam kerja dengan pembagian jadwal Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO), pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki area kerja, penggunaan masker dan penyediaan tempat cuci tangan di area mess pekerja dan area kerja, pembatasan jarak antara rekan kerja min. 2 meter, penyemprotan disinfektan rutin di area mess dan area kerja, suplai vitamin sesuai anjuran dokter untuk para pekerja, dan tidak membuat kerumunan selama jam istirahat. Semua ini dilakukan agar proyek ini dapat berjalan sesuai target meskipun dalam kondisi pandemi seperti ini” ujar Purnomo.

Proyek Apartemen Aspena Residence memiliki luas bangunan 35.070.,22 m2. Proyek ini terdiri dari 12 lantai struktur dan 2 basement. Nantinya Apartemen Aspena Residence akan dilengkapi dengan 748 unit dengan 319 unit one bedroom (BR1) dan 429 unit studio. Pembangunan Apartemen Aspena Residence telah dimulai sejak 15 Mei 2019 lalu dan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2021 mendatang. “Nilai kontrak untuk proyek ini Rp 173.900.000.000,- dan saat ini total progres pembangunan hingga juli 2020 sudah mencapai 32,12%, diantaranya pekerjaan persiapan 4,03%, struktur 24,33 %, arsitek 1,12 %, MEP 2,62 %,” pungkas Purnomo.

Apartemen Aspena Residence menjadi salah satu proyek yang spesial bagi Hutama Karya dikarenakan adanya pekerjaan ground anchor dan penerapan model slab dengan menggunakan drop panel di salah satu lantai. Selain itu proyek Aspena juga menjadi pilot project penerapan Building Information Modeling (BIM) di Hutama Karya. Dalam metode pelaksanaan pekerjaannya, proyek ini telah menerapkan beberapa dimensi BIM yang ada, mulai dari pemodelan bangunan secara 3D, perhitungan volume dari 3D model yang lebih akurat, Clash detection antara item pekerjaan (struktur, arsitek, MEP) untuk mengurangi biaya rework (pekerjaan ulang), pengajuan Shop Drawing menggunakan platform Common Data Environment (CDE), rapat koordinasi dengan para stakeholder menggunakan BIM, hingga penjadwalan yang sudah terintegrasi dengan BIM agar dapat divisualisasikan. Penerapan BIM pada proyek ini mulai dari tahap awal hingga akhir pekerjaan dapat menekan biaya risiko.

Dibalik progres proyek yang baik tentu tak terlepas dari tantangan-tantangan. Salah satu tantangan yang ditemui dalam pembangunan proyek ini antara lain adalah keterbatasan lahan dan tidak adanya saluran air di sekitar proyek yang menyebabkan genangan di area basement saat hujan terjadi hujan deras. Menyiasati hal tersebut, Project Manager Apartemen Aspena Residence, Prajapati Utomo menjelaskan bahwa Hutama Karya telah menyediakan pompa khusus yang digunakan untuk menyedot air genangan.

“Setelah air genangan disedot, kami kemudian membuat semacam tanggulan di sekeliling proyek untuk mencegah air masuk dan memberi perlindungan terhadap lereng galian yang belum tertimbun. Selain itu,  untuk masalah keterbatasan lahan, kami melakukan optimasi dengan membuat siklus penggunaan lahan. Jadi kegunaan dari lahan bisa berubah seiring berjalannya progres pekerjaan,” pungkas Prajapati.

Diterapkannya teknologi BIM pada proyek Apartemen Aspena Residence dapat memberikan manfaat yang sangat signifikan, antara lain perhitungan volume yang akurat, clash detection yang dapat teridentifikasi, penjadwalan yang lebih terkontrol, dan koordinasi antar stakeholder lebih mudah dan cepat. Dari manfaat tersebut tentunya dapat memberikan efisiensi secara Mutu, Waktu dan Biaya. Dengan demikian diharapkan penerapan BIM ini dapat diimplementasikan di seluruh proyek di Hutama Karya baik di Infrastruktur, Gedung maupun EPC secara maksimal, sehingga Hutama Karya lebih siap dan mampu bersaing di era industri 4.0.