308 KENDARAAN YANG MELINTAS DI TOL JORR-S MASIH MELANGGAR ATURAN PSBB

JAKARTA – Pemerintah provinsi DKI Jakarta secara resmi telah memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta, termasuk di jalan tol. Menindaklanjuti hal tersebut, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) selaku pengelola tol Jakarta Outer Ring Road seksi S (JORR-S) bersama dengan Patroli Jalan Raya (PJR) Kepolisian membuat check point guna memastikan penerapan PSBB di tol JORR-S berjalan dengan efektif.

Executive Vice President Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya, J. Aries Dewantoro mengatakan bahwa check point  untuk tol JORR-S bertempat di Gerbang Tol (GT) Pasar Rebo Utama. Pada hari pertama pemberlakukan PSBB yaitu Jum’at (10/4) kemarin, Hutama Karya dan PJR mendapati sebanyak 308 dari total 3452 kendaraan yang akan melintas di tol JORR-S masih belum menerapkan aturan PSBB dengan baik. “123 kendaraan dengan penumpang yang tidak menggunakan masker, 178 kendaraan dengan penumpang melebihi melebihi kapasitas (3 orang) yang terdiri dari 57 truk & pick-up, 71 mini bus, dan 50 kendaraan pribadi jenis sedan. Lalu ada 7 kendaraan jenis bus yang memuat penumpang lebih dari 50%,” ujar Aries.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pengendara dan penumpang kendaraan yang tidak sesuai aturan PSBB tersebut masih diberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pencegahan penyebaran Covid-19 dan pentingnya menaati aturan PSBB ini “Saat ini masih belum ada sanksi khusus, namun, kami bersama dengan PJR secepatnya akan memberlakukan sanksi tegas dengan tidak memperbolehkan masuk kendaraan yang melakukan pelanggaran dan sebelum melakukan transaksi, kendaraan tersebut sudah di arahkan keluar melalui jalur arteri yang sudah dipersiapkan untuk pengemudi yang melanggar aturan PSBB yang melintas di tol JORR-S,” pungkasnya.

Dalam menyikapi kebijakan PSBB ini, Hutama Karya pada prinsipnya tetap mengikuti regulasi dari pemerintah. “Kami akan terus mendukung pemerintah dalam pencegahan Covid-19, termasuk dengan mengikuti regulasi PSBB.  Meski begitu, tidak ada rencana untuk menutup sejumlah ruas tol yang kami kelola. Karena untuk menutup sejumlah ruas tol bahkan gerbang tol harus melalui izin dari Kementrian PUPR, sehingga untuk saat ini operasional tol masih berjalan seperti biasa. Namun, memang ada pembatasan jumlah penumpang kemdaraan dan kelengkapan berpergian yang akan kami awasi secara ketat di check point tersebut.” Ujar Aries.

Pengawasan pada check point di tol JORR-S akan  diberlakukan selama 14 hari sesuai dengan masa PSBB yang telah ditetapkan. Hutama Karya juga tak menutup kemungkinan untuk memperpanjang masa pengawasan sesuai instruksi dan kebijakan yang berlaku dari pemerintah setempat.


Untuk perihal lain di luar pers dan media silahkan menghubungi email di corcomm@hutamakarya.com