HUTAMA KARYA TANDATANGANI PPJT RUAS BINJAI – LANGSA, MENTERI PUPR PUJI KINERJA PERUSAHAAN

event20 December 2019

JAKARTA– Progres Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) semakin hari kian menunjukkan kemajuannya. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya), kembali melanjutkan tugas pembangunan salah satu Ruas JTTS yaitu Ruas Binjai – Langsa sepanjang 130,9 km. Jalan tol ini akan melanjutkan Ruas Tol yang sudah dibangun dan dioperasikan sebelumnya yaitu Ruas Tol Medan-Binjai.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menyaksikan secara langsung penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) yang dilakukan oleh Direktur Utama Hutama Karya, Bintang Perbowo dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit pada hari ini (20/20) bertempat di Ruang Rapat Menteri PUPR, Jakarta. Turut hadir jajaran manajemen dari Hutama Karya dalam kegiatan ini diantaranya Direktur Operasi I, Suroto; Direktur Operasi II, Mohamad Indrayana; SEVP Sekretaris Perusahaan, Muhammad Fauzan; dan SEVP Divisi Pengembangan Jalan Tol, Agung Fajarwanto.

Pada kesempatan ini Menteri PUPR, Basuki Hadimuldjono mengapresiasi kinerja Hutama Karya dalam Membangun Jalan Tol Trans Sumatra selama ini.

“Kami ucapkan terima kasih atas kinerja yang maksimal dari Hutama Karya dalam membangun trans sumatera dengan kualitas yang baik serta tepat waktu dalam pengerjaannya. Tapi tak lupa kedepan tantangan akan semakin besar sehingga HK juga harus bersiap dan konsisten dalam membangun JTTS ini,” ujar Basuki.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa Kemeterian PUPR dan stakeholder lainnya akan terus membantu dan mendukung Hutama Karya dalam mensukseskan penugasan.

“Kami akan support mulai dari bersama-sama mencari pendanaan hingga dukungan percepatan eksekusi pekerjaan di lokasi tanah milik pemerintah maupun Badan Usaha yang secara administrasi sudah dapat dimulai pekerjaannya terutama lahan yang dikuasai oleh Kementerian PUPR. Untuk Trans Sumatera kita juga akan berikan kemudahan dimana masa konsesi 40 tahun akan dihitung setelah tol beroperasi, bukan dihitung setelah SPK diterbitkan,” imbuh Basuki.

Kementerian PUPR juga menghimbau agar Hutama Karya agar lebih meningkatkan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran negara dan pengawasan investasi, serta dapat mengikuti arahan BPK dan KPK tentang Tata Kelola Konsesi Tol di Indonesia.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit juga turut menghimbau Hutama Karya untuk terus konsisten meningkatkan kinerja sehingga bisa memenuhi target penyelesaian JTTS sepanjang lebih dari 2700 km di tahun 2024.

“Insya allah di awal tahun 2020 kita akan berikan lagi PPJT baru kepada Hutama Karya yaitu untuk Ruas Pekanbaru - Rengat sepanjang 175km, Ruas Rengat-Jambi sepanjang 190km, Ruas Betung-Jambi sepanjang 191km, dan Ruas Rantau Parapat - Kisaran sepanjang 100km,” ujar Danang. Untuk ruas tol yang sudah beroperasi, BPJT juga berharap agar Hutama Karya selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dapat memberikan pelayanan yang maksimal. “Kami percaya Hutama Karya telah memberikan pelayanan yang baik di ruas tol yang telah beroperasi seperti di Tol Bakauheni-Terbanggi Besar,” imbuh Danang.


Dengan ditandatanginya PPJT Ruas Tol Binjai-Langsa, maka pembangunan ruas tol yang akan menghubungan Medan hingga Aceh ini akan dapat dimulai segera. Direktur Utama Hutama Karya, Bintang Perbowo menyampaikan bahwa selain membuka konektivitas baru, tol ini juga akan membantu lalu lintas dari Binjai dan bahkan medan ke sejumlah wilayah lain di sebelah utara Pulau Sumatera.

”Kami tentu berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu dan dapat berdampak pada meningkatnya geliat perekonomian di sekitar tol serta tentunya kemajuan pariwisata,” terang Bintang di sela-sela kegiatan Penandatanganan PPJT. Lebih lanjut ia menerangkan jika sudah tersambung semua, maka tol ini akan mempersingkat waktu tempuh dari Medan ke Kota Serambi Makkah Tersebut.

JTTS Ruas Binjai-Langsa akan membentang sepanjang 130,9 km dengan target pembangunan akan selesai di tahun 2023 dan beroperasi penuh di Awal Tahun 2024. Tol yang akan menghubungkan Provinsi Sumatra Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam ini dibangun dengan lebar jalur utama sebesar 3.6 M untuk tiap lajur. Jalan Tol ini juga akan terdiri atas 5 Simpang Susun serta dilengkapi dengan enam Tempat Istirahat Sementara (TIS).

“Adapun total nilai investasi pembangunan jalan tol ini akan mencapai Rp 23,35 Triliun yang bersumber dari Penyertaan Modal Negara dan pinjaman perbankan,” tutup Bintang.

Tak hanya itu untuk memastikan ketersediaan informasi bagi para pemudik dan menghimbau agar pemudik selalu berkendara dengan selamat di JTTS, Hutama Karya telah resmi meluncurkan kampanye bertajuk ‘SETUJU’. “SETUJU merupakan singkatan dari Selamat Sampai Tujuan. Melalui kampanye ‘SETUJU’, para pengemudi bakal dibekali buku saku yang menjadi panduan pengemudi melewati JTTS. Buku saku ini berisikan informasi terkait fasilitas JTTS, peta tol, dan lokasi rest area. 

Berisikan potensi-potensi di sekitar Gerbang Tol JTTS seperti rumah sakit, penginapan, tempat makan, SPBU, dan lokasi wisata. Informasi tersebut dilengkapi nomor telepon yang hendak dituju. Selain itu, buku saku juga berisikan konten “How To” seperti, gerakan- gerakan untuk menghilangkan penat, senam lima menit untuk menghilangkan kantuk, dan lain-lain. Informasi juga dilengkapi cara memeriksa kendaraan yang penting dilakukan berkendara jarak jauh. 

SEVP of Corporate Secretary

PT Hutama Karya (Persero)

Muhammad Fauzan 

Media Inquiry:

Intan Zania

Vice President of Corporate Communication

Phone: 0218103708 ext. 504

Email : Intan.Zania@hutamakarya.com 

Untuk perihal lain di luar pers dan media silahkan menghubungi email di corcomm@hutamakarya.com