PLBN ENTIKONG DI TAPAL BATAS, CERMIN CANTIK IBU PERTIWI

event16 October 2019

Perbatasan merupakan wajah bagi sebuah negara. Oleh karena itu, jika kita bertandang ke ujung perbatasan sebuah negara, maka kita akan menemui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang berfungsi sebagai gerbang keluar masuk bagi masyarakat suatu negara ke negara tetangga, begitu pun sebaliknya.

 

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) turut hadir di batas negara melalui salah satu proyeknya yaitu pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong Tahap II. PLBN Entikong adalah salah satu PLBN yang direnovasi total oleh Pemerintah Indonesia agar penampilannya lebih bagus serta dapat membanggakan bagi warga Indonesia di perbatasan. PLBN Entikong digunakan sebagai pos pemeriksaan lintas batas dimana orang dan barang keluar masuk wilayah batas negara Indonesia, meliputi keimigrasian, kepabeanan, karantina, keamanan, dan lain-lain. PLBN Entikong ini juga hanya terpaut beberapa ratus meter dari Pos Imigrasi yang dimiliki Malaysia. Berada di Jalan Lintas Malindo, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, PLBN ini kerap disebut sebagai pos lintas batas pertama di Indonesia yang mulai beroperasi sejak tiga dekade lalu, tepatnya pada 1 Oktober 1989. 

 

Renovasi PLBN ini tertuang di dalam Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan 7 (tujuh) Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan dengan tujuan untuk menciptakan kegiatan ekonomi dari sisi batas terluar Indonesia dan membuat PLBN yang berfungsi sebagai wajah negara dapat tampil lebih representatif.

 

Sebelumya, proyek renovasi PLBN Entikong Tahap I zona inti telah rampung dan telah diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi pada Desember 2016 lalu. Pengembangan PLBN Entikong kemudian berlanjut ke Tahap II. PT Hutama Karya (Persero) bersama dengan PT Adhi Karya (Persero), Tbk. diberikan kepercayaan pemerintah untuk memoles dan mempercantik PLBN dengan mengembangkan kawasan seluas 73 ribu meter persegi. Dalam proyek senilai 420 miliar ini, kedua BUMN Karya tersebut berkolaborasi membangun zona sub inti yang teridiri atas pembangunan Gedung Kantor Pengelola PLBN, karantina kesehatan, mess pegawai, masjid, mini terminal, hingga mobile x-ray. Disamping itu sinergi Adhi-Hutama KSO ini juga membangun zona pendukung yang diantaranya pasar tradisional, pasar modern, toko serba ada, food court, area parkir kendaraan, dan ruang terbuka hijau yang diberi nama Plaza Entikong. Usai dirapikan, harapannya pintu perbatasan Indonesia ini berubah menjadi kebanggaan baru dimana akan terlihat jauh lebih megah dari pintu perbatasan di Tebedu, Serawak, Malaysia.

 

Pembangunan sendiri tak bisa dibilang mudah, Ada tantangan tersendiri yang dihadapi oleh Insan Hutama Karya di lapangan, dimana saat proyek dimulai, terdapat beberapa bangunan existing yang merupakan fasilitas publik seperti pasar dan masjid yang masih aktif digunakan. Tak ayal pekerjaan tidak dapat dilakukan serampangan. Solusinya, pembangunan kedua bangunan tersebut menjadi prioritas awal Insan Hutama Karya sehingga bangunan existing bisa segera dibongkar dan dibangun kembali.

 

Dengan direnovasinya PLBN Entikong ini, harapannya dapat menjadi arena pintu masuk wisatawan yang ingin ke Indonesia serta dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya masyarakat di wilayah perbatasan. Karena perbatasan adalah wilayah istimewa. Dari situlah keramahan sebuah negara dapat terlihat. Adalah suatu kebanggaan bagi Hutama Karya untuk bisa hadir di batas terluar Indonesia, di pelosok Nusantara. Insan Hutama Karya bekerja dengan semangat kekeluargaan, bekerja dengan menjunjung tinggi rasa kebangsaan. Hal ini tak lain merupakan bentuk bakti dari segenap Insan Hutama Karya yang terlibat untuk negeri tercinta, Indonesia.