HUTAMA KARYA SIAP LANJUTKAN PEMBANGUNAN BENDUNGAN DI INDONESIA

event08 October 2019

MAKASSAR - Untuk mewujudkan ketahanan air dan ketahanan pangan, Pemerintah terus menggenjot proyek pembangunan bendungan di Indonesia. Hingga tahun 2024, sebanyak 65 bendungan ditargetkan akan selesai dibangun untuk mendukung visium 2030 di mana kapasitas air di Indonesia diharapkan dapat mencapai 120 meter kubik per kapita per tahun. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Hari Suprayogi, dalam sambutannya pada acara Opening Ceremony Seminar Nasional dan Pameran Bendungan Besar 2019, Kamis (3/10). “Saat kapasitas air kita baru 50 meter kubik perkapita per tahun. Jika target 65 bendungan kita selesaikan di tahun 2024 nanti, baru memenuhi 100 meter kubik perkapita per tahun. Oleh arena itu, pembangunan bendungan ini harus terus kita lanjutkan,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Operasi III PT Hutama Karya (Persero) Sugeng Rochadi mengatakan bahwa pihaknya bangga menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur yang menjadi Proyek Strategis Nasional, khususnya di bidang Irigasi dan Bendungan. “Hutama Karya sebagai BUMN Karya tentu siap menyukseskan program pemerintah untuk menyelesaikan serta melanjutkan pembangunan bendungan di Indonesia, meskipun tak sedikit tantangan yang harus dihadapi untuk mecapai target tersebut,” ujarnya saat ditemui di usai acara Opening Ceremony.

Oleh karena itu, Hutama Karya mendukung upaya pemerintah untuk meciptakan forum-forum diskusi bagi akademisi dan praktisi bendungan di seluruh Indonesia. “Seminar Nasional Bendungan Besar seperti ini menjadi ajang bagi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan bendungan di Indonesia, termasuk Hutama Karya, untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan, baik teknis maupun non teknis, sehingga dapat menginspirasi lahirnya solusi dan inovasi baru,” imbuhnya.

PARTISIPASI HUTAMA KARYA DALAM SEMINAR NASIONAL BENDUNGAN BESAR 2019

Hutama Karya turut berpartisipasi dalam acara Seminar Nasional dan Pameran Bendungan Besar 2019 pada 3-5 Oktober 2019 yang lalu. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan oleh Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNIBB- INACOLD) serta Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan. Acara yang mengusung tema mengusung tema “Tantangan Penyelesaian Pembangunan dan Pengelolaan 65 Bendungan Serta Keberlanjutan Program di Masa Mendatang” ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah serta dihadiri oleh lebih dari 1.000 akademisi dan praktisi Bendungan Besar dari seluruh Indonesia.

Dalam Seminar Nasional Bendungan Besar 2019 kali ini, Hutama Karya yang diwakili oleh Tim Proyek Bendungan Ladongi di Kolaka, Sulawesi Tenggara, mendapatkan kesempatan istimewa untuk memaparkan makalah berjudul “Evaluasi Penggunaan Instrumen Automatic Grout Recorder Terhadap Metode Grouting Konvensional Pada Proyek Bendungan Ladongi”. Makalah tersebut disusun oleh Wisnu Prabowo Mukti, Agung Permana dan Riwin Andono. Selain berpartisipasi sebagai pemapar dalam Seminar, Hutama Karya beserta 5 BUMN Karya lainnya juga memamerkan berbagai proyek Bedungan garapannya pada Pameran Bendungan Besar yang diselenggarakan area Pre Function. Beberapa proyek Hutama Karya yang diangkat antara lain adalah Bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara, Bendungan Keureuto di Aceh dan Bendungan Gongseng di Jawa Timur.