SINERGI BUMN, LABORATORIUM TEKNIK 3 ITERA DIRESMIKAN

event07 October 2019

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersinergi dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (Wijaya Karya), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (Waskita Karya), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (PP), PT Adhi Karya (Persreo) Tbk. (Adhi Karya), dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (Jasa Marga) kembali hadir untuk negeri melalui Program BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN), dengan meresmikan laboratorium Teknik 3 Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bertempat di Lampung pada Senin, 7 Oktober 2019.

Menjadi rangkaian peringatan Dies Natalis ke-5 (Lustrum Perdana) ITERA, hadir dalam peresmian tersebut Gubernur Provinsi Lampung, Muhammad Nuh dan Rektor ITERA; Ofyar Z Tamin beserta Jajaran Unsur Pimpinan Daerah dan ITERA. Turut hadir Direktur Operasi II Hutama Karya Suroto didampingi Kepala Divisi Infrastruktur Hutama Karya, Ari Asmoko.

Pembangunan Gedung Laboratorium Teknik 3 Itera dibangun atas dana Corporate Social Responsibility (CSR) sinergi BUMN dengan total dana bantuan senilai Rp46.500.000.000,- (Empat puluh enam milyar lima ratus juta rupiah). Ditemui di sela-sela acara peresmian, Direktur Operasi II Hutama Karya menyampaikan rasa syukur dan bangga dengan telah selesai dibangunnya Gedung Laboratorium Teknik 3 Itera ini. “Semoga bangunan ini segera dapat memberi manfaat perkuliahan di kampus ITERA,” terang Suroto.

Dalam kesempatan yang sama, Hutama Karya menerima penghargaan dari ITERA tahun 2019 yaitu ITERA ADI KARSA PRATAMA. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Rektor ITERA kepada Suroto. Dalam sambutannya, Rektor ITERA Ofyar Z Tamin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan dan dukungan terhadap percepatan pembangunan ITERA. “Tanpa dukungan dan bantuan Bapak/Ibu, ITERA tidak dapat berkembang dengan cepat seperti sekarang ini”, lanjut Ofyar.

Program BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) yang diusung oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) senantiasa aktif dan memberikan kontribusi tinggi kepada masyarakat dalam setiap kegiatannya. Pembangunan gedung laboratorium ini sendiri sudah dimulai sejak juni tahun 2018, dengan tujuan menyediakan laboratorium teknik yang memadai untuk Institut Teknologi Sumatera, yang merupakan perguruan tinggi negeri yang fokus pada bidang keteknikan dan sains.

Hutama Karya terus meningkatkan performa dalam membangun konektivitas di Sumatera dengan dikebutnya pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan meyakini penugasan di Jalan Tol Trans-Sumatera dapat diselesaikan sesuai target atau bahkan lebih cepat dimana ruas tol Bakauheni – Terbanggi Besar sepanjang 140 km telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada bulan Maret lalu dan telah beroperasi penuh.

Sedangkan ruas tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung sepanjang 189 km telah selesai konstruksi dan direncanakan akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia pada bulan Oktober 2019 untuk siap beroperasi. Adapun sisa 33 km dari ruas tersebut yaitu Kayu Agung – Betung, yang akan tersambung hingga Palembang, konsesinya dimiliki oleh pihak lain. Ketika keseluruhan ruas tersebut tersambung, maka dapat dipastikan Lampung – Palembang akan mulus akhir tahun ini.

Dengan keseluruhan ruas Bakauheni hingga Palembang tersambung akhir tahun ini, maka dapat dipastikan Bakauheni menuju Palembang dapat ditempuh dalam waktu 4 jam dengan jarak tempuh kurang lebih 365 km. Sebelum ada tol ini, waktu tempuh tercatat 10-12 jam.

Jadi ada yang tersambung disana adalah sebanyak 200 kman itu adalah total dari keseluruhan jalan di Indonesia.