DIRESMIKAN MENTERI ESDM, PLTGU GRATI GARAPAN HK BISA PASOK LISTRIK UNTUK SEJUTA RUMAH

event28 July 2019

PASURUAN – Menutup triwulan II tahun 2019, PT Hutama Karya (Persero) kembali menyelesaikan salah satu proyek Engineering, Procurement, and Constructions (EPC) andalannya di Pasuruan - Jawa Timur, yaitu Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Grati. Pada jum’at (26/7), pembangkit listrik yang terletak di bagian timur pulau Jawa tersebut diresmikan secara langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan didampingi oleh Wakil Bupati Pasuruan, Gus K.H Mujib Imron; serta jajaran manajemen PT PLN (Persero) dan PT Hutama Karya (Persero).

Dalam sambutannya, Menteri ESDM, Jonan mengapresiasi konsep pembuatan proyek PLTGU Grati blok III 450 Megawatt ini. “Saya sangat mengapresiasi pembangunan PLTGU ini yang digarap melalui Sinergi BUMN didalamnya sehingga dalam proses pembangunannya, mampu melakukan efisiensi dengan mengedepankan hasil yang maksimal,” ungkap Jonan ditengah peresmian. Proyek ini dibangun sejak effective date bulan Juli 2016, dengan nilai investasi sebesar Rp 3,61 triliun menyerap sebanyak 2.728 tenaga lokal dan 35 tenaga asing pada masa konstruksinya. "Apresiasi buat PLTGU karena penggunaan tenaga kerja lokal yang masif di proyek PLTGU Grati ini" terang Jonan.

Sementara itu Direktur Operasi II PT Hutama Karya (Persero), Suroto menyatakan bahwa Hutama Karya bangga dapat terlibat menggarap proyek Grati Combined Cycle Power Plant (Peaker) Ext. 450 MW, apalagi proyek yang telah dimulai sejak 2016 lalu dapat selesai tepat waktu, tepat mutu dan menghasilkan output performance melebihi apa yang dipersyaratkan di dalam kontrak.

“PLTGU Grati ini adalah salah satu proyek HK yang cukup monumental, karena PLTGU ini merupakan bentuk keberhasilan salah satu Program Listrik Pemerintah 35.000 MW yang merupakan wujud komitmen dan kerja nyata untuk Listrik Indonesia yang lebih baik. Sehingga HK memiliki peran penting terhadap keberhasilan pembangunan PLTGU ini untuk mendukung program pemerintah. Alhamdulillah dapat selesai tepat waktu sehingga dalam waktu dekat manfaat proyek ini dapat dirasakan khususnya bagi masyarakat di sekitar Pasuruan, Surabaya Selatan, Paiton, dan Krian,” ungkap Suroto menerangkan. Disamping itu, faktor lain yang membuat proyek ini cukup monumental adalah berbagai prestasi yang diraih saat proses pembangunannya. “Melalui proyek PLTGU Grati, HK telah meraih juara 1 HSE dari seluruh proyek PLN di Indonesia, ini cukup membanggakan dan selalu kami jadikan contoh bagi proyek EPC HK lainnya,” imbuhnya kemudian.

Perlu diketahui, PT Hutama Karya (Persero) menjadi BUMN Karya pertama yang mengerjakan 500 kV AIS (Air Insulated Switchgear) yang telah terhubung baik dengan existing di bawah kendali Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa Bali Control Center (JCC). Selain itu, proyek pembangunan PLTGU Grati ini berhasil mengintegrasi 2 Gas Turbine dari Ansaldo Energia (2 x 150 MW) dan 1 Steam Turbine dari Doosan Skoda Power (1 x 150 MW) sehingga secara total telah mampu menghasilkan listrik 450 MW untuk target pencapaian elektrifikasi nasional Indonesia. Dengan beroperasinya PLTGU Grati akan meningkatkan kapasitas penyediaan listrik untuk Pulau Jawa - Bali. Evakuasi daya yang dihasilkan oleh PLTGU Grati pada akhirnya disalurkan melalui jaringan 500 kV masuk ke dalam Interkoneksi Jawa Bali. “Daya alir listrik dari PLTGU ini besar sekali. Dengan kapasitas sebesar 450 MW ini, pembangkit ini mampu mengaliri listrik untuk satu juta rumah, dengan asumsi tiap rumah memiliki daya 900 watt. Itu sudah bisa cukup untuk Pulau Jawa Bagian Timur sampai Bali bahkan,” pungkas Suroto menambahkan.