image


PRESIDEN JOKOWI RESMIKAN JALAN TOL TRANS-SUMATERA RUAS PALEMBANG-SIMPANG INDRALAYA SEKSI 1 : PALEMBANG -PAMULUTAN


Palembang - Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Trans-Sumatera, Ruas Palembang-Simpang Indralaya Seksi 1 : Palembang-Pamulutan pada hari ini Rabu, 12 Oktober 2017. Sesuai rencana, Seksi 1 : Palembang-Pamulutan sepanjang 7,75 km ini akan beroperasi pada akhir Oktober 2017 dengan perkiran lalu-lintas harian rata-rata (LHR) sebesar 18.698 kendaraan pada tahun 2017. Selain Seksi 1 : Palembang-Pamulutan, Tol Palembang-Simpang Indralaya sendiri terdiri dari Seksi 2 : Pamulutan-KTM S. Rambutan sepanjang 4,90 km yang akan rencananya akan mulai beroperasi pada Maret 2018, dan Seksi 3 : KTM S. Rambutan – Indralaya sepanjang 9,28 km yang ditargetkan beroperasi pada bulan Desember 2017. Dengan demikian, Sumatera Selatan akan memiliki tol pertamanya dengan total panjang 21,93 km.

Tol Palembang-Indralaya yang mulai diinisasi pada 30 April 2015 ini menelan biaya investasi kurang lebih Rp. 3,301 Triliun. “Karena ini penugasan, maka sesuai peraturan, terdapat skema pembiayaan khusus yakni 70% ekuitas dari Hutama Karya yang didapat dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dan 30%-nya lagi pendanaannya didukung lewat sinergi BUMN bersama PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero),” terang I Gusti Ngurah Putra, Direktur Utama PT. Hutama Karya (Persero).

Lebih lanjut Putra menjelaskan bahwa pihaknya optimis pembangunan tol Palembang-Indralaya ini akan dapat selesai tepat waktu sesuai rencana. “Hari ini Seksi I diresmikan oleh Bapak Presiden untuk dapat dioperasikan pada akhir Oktober 2017, nanti bulan Desember 2017 akan beroperasi lagi Seksi III : KTM S. Rambutan – Indralaya, yang progressnya konstruksinya hari ini sudah 83% dengan progress tanah di angka 98%. Seksi I dan Seksi III nanti akan disambung oleh Seksi II Pamulutan – KTM. Si Rambutan pada bulan Maret 2018,” papar Putra.

Sebagai informasi, sesuai Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 yang direvisi menjadi Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2015, Pemerintah RI resmi menugaskan PT. Hutama Karya (Persero) untuk mengembangkan Jalan Tol Trans-Sumatera. Dari 24 ruas yang akan dikembangkan, terdapat 8 ruas prioritas yang kesemuanya ditargetkan selesai hingga tahun 2019. Ke-8 ruas prioritas Jalan Tol Trans-Sumatera tersebut adalah Ruas Medan-Binjai, Ruas Palembang-Indralaya, Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, Ruas Pekanbaru-Dumai, Ruas Kisaran-Tebing Tinggi, Ruas Pematang Panggang-Kayu Agung, Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang, dan Ruas Palembang-Tanjung Api-Api.

Skema penugasan diambil Pemerintah sebagai salah satu langkah untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur Negeri, terutama untuk infrastruktur-infrastruktur dengan tingkat kelayakan finansial yang rendah, namun memiliki kelayakan ekonomi yang tinggi, seperti pada Jalan Tol Trans-Sumatera. Pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera akan memperkuat konektivitas yang pada gilirannya berdampak pada penurunan biaya logistik, optimalisasi pemerataan pembangunan di daerah-derah yang tadinya terisolir, penambahan lapangan pekerjaan, perkuatan daya saing produk-produk regional, yang pada gilirannya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan Nasional pada umumnya.

Posted in berita-perusahaan on Oct 12, 2017