image


PEMBANGUNAN PASAR BALEDONO TERUS DIKEBUT, AKHIR TAHUN 2017 SELESAI


* Pasar Baledono sudah berjalan 45%, lebih cepat dari jadwal yang ada
* Hutama Karya optimis Pasar Baledono dapat selesai di akhir Desember 2017

Purworejo – Sejak peletakan batu pertama-nya pada hari Rabu, 8 Maret 2017, Pembangunan Pasar Baledono terus dikebut. PT. Hutama Karya (Persero) selaku kontraktor utama optimis bahwa Pasar Baledono dapat selesai tepat waktu. “Hingga hari ini (30/07), progress sudah mencapai 45%, Alhamdulillah lebih cepat dari jadwal seharusnya,” terang Purnomo, Kepala Divisi Gedung Hutama Karya yang menjadi penanggung-jawab proyek ini. Lebih lanjut Purnomo memaparkan bahwa Pasar Baledono dikerjakan dengan jangka waktu pelaksanaan 323 hari. “Target selesai pada akhir Desember tahun 2017, kita optimis bisa memenuhinya, apalagi ditambah progress kita saat ini lebih cepat dari jadwal,” tambah Purnomo lagi.

Saat ini, Hutama Karya tengah menyelesaikan proses pengecoran beton. “Total volume beton untuk dicor di proyek ini kira-kira 8.700 kubik. Alhamdulillah pengecoran beton sudah 90%,” kata Purnomo. Terkait insiden pada Sabtu (29/07) kemarin, Purnomo menyebutkan bahwa hal tersebut terjadi ketika pengecoran kanopi hendak dilakukan. “Kemarin malam kita lakukan pengecoran untuk kanopi dengan volume sekitar 5 kubik. Scaffolding, mainframe, besi, bekisting sudah sesuai gambar dan sudah diverifikasi oleh tim pengawas, namun karena faktor cuaca, terjadi settlement atau penurunan tanah timbunan tepatnya di lokasi pipa penyangga,” ungkapnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kab. Purworejo, Dwi Astuti terkait cuaca ini. “Dua hari ini curah hujan tinggi di lokasi proyek sehingga membuat tanah lembek, yang akhirnya terjadi penurunan tanah timbunan tepat di titik-titik pipa penyangga,” jelasnya.

Dwi Astuti dan Purnomo sama-sama memastikan bahwa insiden tersebut tidak akan mempengaruhi progress pembangunan. “Ini sudah masuk hitung-hitungan sistem pengelolaan resiko yang kita terapkan di proyek. Alhamdulillah efeknya bisa kita minimalisir ketika pengecoran sampai di 3 kubik. Ditambah juga sama sekali tidak ada korban jiwa berkat sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang kita terapkan secara disiplin di sini,” kata Purnomo. Purnomo juga menyampaikan bahwa pihaknya telah selesai membersihkan lokasi kejadian semalam, sehingga pembangunan pasar bisa dilanjutkan mulai pagi ini (30/01) tanpa kendala.

Pasar Baledono merupakan proyek senilai Rp. 114 Miliar yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo. Pasar Baledono didesain untuk menjadi tempat yang lebih layak dan jauh lebih nyaman bagi para pedagang pasar yang berjualan dan bagi masyarakat Purworejo yang berbelanja nantinya (*).

Keterangan gambar: Pembangunan Pasar Baledono Terus Dikebut


Media Inquiry :
Akhmad Zulfikri
Phone: 0218103708 ext. 612
Email : fikri@hutamakarya.com

Untuk perihal lain di luar pers dan media silahkan menghubungi email di corcomm@hutamakarya.com

Catatan untuk Editor :
PT. Hutama Karya (Persero) atau "HK" adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang 100% dimiliki oleh Negara. Bergerak di bidang Industri Konstruksi sejak tahun 1961, HK senantiasa menjadi bagian penting terhadap kemajuan pembangunan infrastruktur nasional maupun manca negara, terbukti dengan track-record HK dalam menyelesaikan proyek-proyek monumental seperti Gedung MPR/DPR, Simpang Susun Semanggi, Jembatan Ampera, Jalan Tol Bali Mandara, Metro Manilla Skyway di Filipina, dan masih banyak lagi.

Kini, melalui Perpres 117/2015 jo. Perpres 100/2014, HK resmi ditugaskan Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan mega-proyek Jalan Tol Trans-Sumatera. Membentang sepanjang kurang lebih 2.770 KM dari Aceh hingga Lampung, Jalan Tol Trans-Sumatera dibangun untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sumatera dan ekonomi nasional pada umumnya.

Penugasan negara ini merupakan momentum bagi HK untuk mentransformasi dirinya, yang selama setengah abad menjadi perusahaan industri konstruksi, menjadi perusahaan pengembang infrastruktur dengan lingkup bisnis yang lebih luas, kompetensi yang lebih beragam, serta potensi dan prospek yang lebih besar.

Posted in Siaran Pers on Jul 30, 2017