image


MERAYAKAN HUT RI KE-71, HUTAMA KARYA BERSAMA PUPUK INDONESIA GROUP HADIR DI DAERAH TERPENCIL KALTIM

BUMN Hutama Karya dan Pupuk Indonesia Group akan menyelenggarakan program Bina-Lingkungan/CSR bersama yang didedikasikan untuk daerah-daerah terpencil di Provinsi Kalimantan Timur. Program ini terdiri dari 4 kegiatan yaitu penyediaan air bersih, penyediaan sarana mandi cuci kakus (MCK), penyediaan tempat penitipan anak di pasar, dan penyediaan fasilitas listrik (elektrifikasi) rumah tangga yang belum teraliri listrik.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Group, Aas Asikin Idat, mengatakan bahwa program Bina Lingkungan/CSR bersama ini ini merupakan implementasi dari kepedulian BUMN di Kaltim kepada masyarakat serta mendukung salah satu program pemerintah yang harus dijalankan setiap perusahaan,  yang merupakan bagian dari BUMN, yaitu menjalankan Program Corporate Social Responsibility (CSR). “Kegiatan Bina Lingkungan bersama ini total ada tujuh program. Semuanya berjalan beriringan dengan pembagian tugas di antara Hutama Karya, Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim. Selain pengadaan elektrifikasi, penyediaan air bersih, tempat penitipan anak, dan MCK bagi warga, kita juga akan mengadakan program pembinaan Narapidana Usia Produktif, pembinaan mantan atlet nasional, serta pembinaan desa terpencil, desa di perbatasan, dan rawan konflik,” papar Aas disela-sela kegiatan paska upacara peringatan HUT RI ke-71 tahun 2016 di Stadion Mulawarman, Bontang, Kalimantan Timur (17/08/16).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Hutama Karya, I Gusti Ngurah Putra, mengatakan bahwa kegiatan ini masih merupakan rangkaian dari program akbar “BUMN Hadir Untuk Negeri” yang diprakarsai oleh Kementerian BUMN. “Jadi ini salah satu kegiatan dari BUMN Hadir Untuk Negeri di tahun ini, sekaligus juga sebagai bentuk peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-71. Di sini Hutama Karya dan Pupuk Indonesia Group bersama-sama melakukan Bina Lingkungan yang bermanfaat bagi  masyarakat Kaltim, terutama yang berada di daerah terpencil,” terang I Gusti Ngurah Putra, Direktur Utama PT. Hutama Karya (Persero).

Untuk penyediaan air bersih, Putra memaparkan bahwa pihaknya bersama dengan Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim sudah melakukan survey ke lapangan dan menemukan setidaknya tiga daerah di Kabupaten Kutai Kartanegara yang belum dialiri air PDAM. “Lokasinya ada di Kecamatan Tenggarong. Terdapat 60 rumah dan 1 pondok pesantren di sana yang jaringan pipa air bersih-nya belum ada,” kata Putra. Berdasarkan pertemuan langsung dengan warga, untuk memenuhi kebutuhan air ini warga ada yang membuat galian sumur, memanfaatkan kolam tadah hujan, atau membeli air di tempat lain. “Kita sudah siapkan agar daerah-daerah yang sudah disurvei ini dapat dialiri air melalui sumber air yang kami berikan ,” imbuh Putra.

Selanjutnya, terkait dengan elektrifikasi rumah tangga yang belum teraliri listrik, Putra menjelaskan bahwa Hutama Karya, Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim  sudah mengantongi rumah-rumah mana saja di Kabupaten Berau yang belum mendapatkan aliran listrik memadai. “Ada kurang lebih 100 rumah yang terverifikasi belum ada listrik. Setelah ini akan kami tindak-lanjuti untuk pengadaannya,” ungkap Putra.

Kemarin (16/08), peresmian program elektrifikasi ini sudah diresmikan oleh Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Berau melalui seremoni penyalaan perdana. Dalam acara tersebut turut hadir pula Manajer Area PLN Kab. Berau, Camat Teluk Bayur, Kepala Kampung Timbit Melayu, serta perwakilan dari Hutama Karya, Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim. Pada kesempatan tersebut sudah terdapat 26 warga yang telah terbit SLO-nya yang kemudian diserah-terimakan secara simbolis dalam peresmian ini. Rencananya, dalam dua hari ini ke-26 rumah tersebut sudah menyala, di mana 74 rumah sisanya akan segera mengikuti dalam satu minggu ini.

 

Posted in CSR on Aug 17, 2016