image


KONSORSIUM GE-MARUBENI-HUTAMA KARYA SIAP BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK SENILAI RP. 4,8 TRILIUN


Jakarta - Jumat lalu (14/07), telah dilakukan penandatanganan kontrak kerja antara Konsorsium General Electric (GE), Marubeni, dan PT. Hutama Karya (Persero) bersama PT. Indonesia Power, selaku pemilik proyek, untuk pekerjaan CCPP Tambak Lorok Block 3 Power Plant Project With Net Dependable Capacity Of 600 – 850 MW atau “PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas & Uap Tambak Lorok”. Hutama Karya sebagai anggota konsorsium akan mengambil peranan dalam pekerjaan sipil (civil work) pada proyek yang terletak di Semarang, Jawa Tengah ini. “Di sini kita akan mengambil pekerjaan sipil atau civil work yang cakupannya terdiri dari pekerjaan soil improvement, struktur dan bangunan, sekaligus instalasi peralatan,” terang I Gusti Ngurah Putra, Direktur Utama PT. Hutama Karya (Persero). Lebih lanjut Putra menjelaskan bahwa pihaknya akan bekerja selama periode 28 bulan sejak tanggal efektif kontrak ditetapkan. “Dengan penerapan teknologi turbin gas ter-efisien di dunia dari General Electric dan pengalaman serta kompetensi Marubeni selaku kontraktor EPC sekaligus pengembang Independent Power Producer (IPP), kami yakin konsorsium ini dapat memenuhi ekspektasi PT. Indonesia Power selaku pemilik proyek,” ungkap Putra lagi.

Optimisme Putra bukanlah optimisme tak berdasar. Putra menjelaskan bahwa Hutama Karya sejak tahun 2010-an sudah melebarkan sayap kompetensinya ke bidang EPC, khususnya proyek-proyek Pembangkit Listrik. “Beberapa proyek pembangkit yang sudah kami selesaikan contohnya Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hydro (PLTM) di Simalungun, Sumatera Utara pada tahun 2011, PLTM Parmonangan 2x 4.5 MW 2016 dan PLTM di Cirompang Garut sebesar 8 MW pada tahun 2016; PLTU Jeneponto, Sulawesi Selatan sebesar 2 x 125 MW pada tahun 2012; PLTU Cilacap, Jawa Tengah sebesar 1 x 660 MW pada tahun 2015,” papar Putra. Lebih lanjut Putra pun menceritakan beberapa proyek pembangkit listrik yang masih dikerjakan oleh Hutama Karya seperti PLTU Ampana 2 x 3 MW di Sulawesi Tengah, PLTU Kendari 1x10 MW, PLTGU Grati 450 MW di Jawa Timur dan lain sebagainya. Sebagai informasi, Proyek PLTGU Tambak Lorok Blok 3 ini didesain untuk menghasilkan daya listrik sebesar 850 Mega-Watt, yang mem-backup sistem kelistrikan di Jawa dan Bali. “Kami bangga dapat mengambil bagian di proyek ini yang berkontribusi langsung terhadap suksesnya program Pemerintah yakni 35.000 Mega-Watt Untuk Indonesia,” tutup Putra mantap.

Keterangan gambar: Foto Bersama Direktur Utama PT. PLN (Persero), Direktur Utama PT. Indonesia Power, President & CEO GE Indonesia, Senior Operating Officer Power Business Division, Marubeni Corporation; dan Direktur Wilayah Barat PT. Hutama Karya (Persero), Suroto (paling kanan)


Media Inquiry :
Akhmad Zulfikri
Phone: 0218103708 ext. 612
Email : fikri@hutamakarya.com

Untuk perihal lain di luar pers dan media silahkan menghubungi email di corcomm@hutamakarya.com

Catatan untuk Editor :
PT. Hutama Karya (Persero) atau "HK" adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang 100% dimiliki oleh Negara. Bergerak di bidang Industri Konstruksi sejak tahun 1961, HK senantiasa menjadi bagian penting terhadap kemajuan pembangunan infrastruktur nasional maupun manca negara, terbukti dengan track-record HK dalam menyelesaikan proyek-proyek monumental seperti Gedung MPR/DPR, Simpang Susun Semanggi, Jembatan Ampera, Jalan Tol Bali Mandara, Metro Manilla Skyway di Filipina, dan masih banyak lagi.

Kini, melalui Perpres 117/2015 jo. Perpres 100/2014, HK resmi ditugaskan Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan mega-proyek Jalan Tol Trans-Sumatera. Membentang sepanjang kurang lebih 2.770 KM dari Aceh hingga Lampung, Jalan Tol Trans-Sumatera dibangun untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sumatera dan ekonomi nasional pada umumnya.

Penugasan negara ini merupakan momentum bagi HK untuk mentransformasi dirinya, yang selama setengah abad menjadi perusahaan industri konstruksi, menjadi perusahaan pengembang infrastruktur dengan lingkup bisnis yang lebih luas, kompetensi yang lebih beragam, serta potensi dan prospek yang lebih besar.
Penugasan negara ini merupakan momentum bagi HK untuk mentransformasi dirinya, yang selama setengah abad menjadi perusahaan industri konstruksi, menjadi perusahaan pengembang infrastruktur dengan lingkup bisnis yang lebih luas, kompetensi yang lebih beragam, serta potensi dan prospek yang lebih besar.

Posted in Siaran Pers on Jul 19, 2017